Sejarah Desa Sumbersuko


 

 


A.Sejarah Desa Sumbersuko

Desa Sumbersuko terdiri dari lima dusun yaitu Dusun Baran, Dusun Sukomulyo,Dusun Sumbersuko, Dusun Sukodadi dan Dusun Sumberwuni.  Berdasarkan cerita masyarakat sekitar sebelum bernama Desa Sumbersuko, konon beberapa Dusun mempunyai sejarah tersendiri .

 

Dusun  Baran adalah daerah dataran yang paling tinggi dari dusun yang lain, karena memiliki dataran yang tinggi daerah ini dikenal dengan penghasil sayur dan juga buah, mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai Petani.  Dusun ini disebut Baran yang berarti Paran (Dalam Bahasa Jawa “Jauh”) dikarenakan jauhnya dengan pusat keramaian dan juga pusat pemerintah sehingga pada jaman dahulu masyarakat menjual hasil panennya ke pasar tradisional dengan berjalan kaki . namun seiringnya perkembangan zaman akses menuju desa ini lebih mudah dan membuat masyarakat lebih mudah untuk berkomunikasi maupun bertransaksi dengan  dusun sekitar. sedangkan orang yang membabat alas di Dusun ini  bernama Mbah Tumenggung Penjalinan.

 

Dusun  Legok (Sekarang Menjadi Sukomulyo)  dimana daerah ini terdapat Sumber mata air  yang sangat jernih dan mata air ini dikelilingi oleh bunga Asoka ( Dalam  bahasa jawa “kembang suko),  sumber mata air tersebut tidak pernah surut walau digunakan masyarakat setiap harinya untuk memenuhi kebeutuhan mereka sehari-hari. Sumber Mata air ini tidak pernah sepi pengunjung sampai terkadang masyarakat sekitar rela mengantri karena pada jaman dahulu mereka hanya mengandalkan sumur, Sumber Mata air dan juga Sungai.

 

Dusun Sumberwuni adalah nama yang diambil dari Pohon Wuni ( dalam bahasa Madura Burnih) bercabang dua tumbuh kokoh membentang diatas sumber mata air yang sangat jernih, dimana dibawah Wuni  tersebut ada  Bunga Asoka  yang mengelililingi sumber mata air  tersebut, dusun ini juga ada kaitannya dengan Kerajaan Singosari, yang konon hampir separuh dari harta kekayaan Kerajaan Singosari disembunyikan di Ngembul desa ini berhimpitan dengan Dusun  Sumberwuni, karena pada zaman penjajahan hanya Dusun Sumberwuni yang tidak dapat dijajah oleh penjajah baik Belanda maupun jepang. Saat itu Suberwuni merupakan wilayah yang mempunyai  garis batas alam berupa sungai dan curah yang memisahkan wilayah tsb.

 

Menurut masyarakat sekitar ada beberapa tokoh penting termasuk ulama’ yang berjasa  sekaligus menyebarkan agama islam didesa tersebut.

 

   1.    Mbah Tumenggung Penjalinan

   2.    Mbah Kyai Qutrik

   3.    Mbah Bendung

   4.    Mbah Kyai Talang

 

       Sedangkan nama Desa Sumbersuko diambil dari banyaknya sumber mata air  yang dikelilingi bunga Asoka (kembang suko) yang tumbuh subur  maka para ulama’ bersama masyarakat saat itu bersepakat mempersatukan lima dusun  tersebut menjadi Desa Sumbersuko.


Posting Komentar

0 Komentar